Cara Menulis Guest Post di Blog Lain yang Bikin Pemilik Blog Langsung Setuju
Menulis guest post di blog lain bisa jadi cara paling cepat untuk membangun reputasi, memperluas audiens, dan mendapatkan backlink berkualitas.
Tapi banyak orang gagal bukan karena tulisannya jelek, melainkan karena tidak tahu cara menawarkan dan menulis guest post dengan benar. Supaya kamu nggak ikut-ikutan gagal, berikut panduan efektif ini.
Baca juga: Panduan Awal untuk Mengoptimasi SEO Off Page.
Apa itu Guest Post?
Guest post adalah artikel yang kamu tulis untuk dipublikasikan di blog orang lain. Ibaratnya, kamu menjadi “tamu” yang diizinkan menulis di rumah orang. Sebagai gantinya, kamu mendapat eksposur, reputasi, dan biasanya satu atau dua link menuju blog atau bisnismu sendiri.
Bagi pemilik blog, guest post memberi manfaat berupa konten segar tanpa harus menulis sendiri. Bagi penulis tamu, ini kesempatan untuk memperkenalkan diri ke audiens baru dan membangun kredibilitas.
Contohnya, jika kamu punya blog tentang desain grafis dan menulis guest post di blog teknologi populer, pembaca blog tersebut bisa mengenalmu sebagai ahli desain. Dari situ, kamu bisa mendapatkan pengunjung baru atau bahkan klien.
Berikut cara melakukan guest post yang benar:
1. Tentukan Tujuan
Nah, sebelum buru-buru menulis, ada baiknya kamu tahu dulu apa yang sebenarnya ingin kamu capai. Setiap penulis guest post punya tujuan berbeda.
Ada yang ingin promosi bisnis, ada yang ingin menambah pembaca blog sendiri, ada juga yang sekadar membangun jaringan. Tujuan ini penting karena akan menentukan gaya tulisan, topik, bahkan ke mana kamu akan mengirimkannya.
Kalau kamu tahu tujuanmu sejak awal, proses menulis jadi jauh lebih terarah.
Misalnya kamu ingin dikenal sebagai ahli SEO, tentu kamu harus menulis topik seputar optimasi situs, bukan hal lain yang terlalu jauh dari bidangmu.
Setelah tahu arah yang ingin dituju, barulah masuk ke langkah berikutnya, memilih blog yang tepat untuk dikirimi tulisanmu.
2. Pilih Blog yang Tepat
Jangan asal kirim artikel ke blog mana pun. Blog yang kamu pilih harus relevan dengan topikmu dan punya audiens yang sesuai. Lihat dulu kualitasnya: apakah blog itu aktif, punya komentar, dan tampil di hasil pencarian Google.
Kamu bisa mulai dari pencarian sederhana seperti “tulis untuk kami” atau “guest post + niche kamu” di Google. Biasanya blog-blog yang menerima kontributor akan muncul di hasil pencarian. Pilih yang terlihat profesional dan punya pembaca setia.
Begitu kamu menemukan blog yang cocok, jangan langsung menulis. Baca dulu aturan mainnya.
3. Baca Panduan Guest Post Mereka
Setiap blog punya ketentuan sendiri. Ada yang menetapkan panjang minimal 800 kata, ada yang membatasi jumlah link. Membaca panduan ini bisa menghemat waktumu. Artikel yang bagus tapi tidak sesuai format bisa langsung ditolak.
Kalau panduan tertulisnya tidak ada, perhatikan saja artikel yang sudah terbit di sana. Lihat gaya bahasanya, panjang tulisan, dan cara mereka membangun narasi. Dari situ kamu bisa menyesuaikan tulisanmu agar cocok dengan karakter blog tersebut.
Nah, setelah tahu aturan mainnya, saatnya menentukan ide tulisan yang akan menarik perhatian mereka.
4. Buat Ide yang Relevan dan Segar
Pemilik blog selalu mencari konten yang baru dan berbeda. Hindari menulis topik yang sudah terlalu sering dibahas di blog itu. Sebelum menulis, lakukan riset ringan. Cari tahu topik apa yang belum banyak diangkat, lalu tambahkan sudut pandang unik dari kamu sendiri.
Misalnya blog itu sering membahas digital marketing, kamu bisa menulis dari sisi pengalaman pribadi seperti “Bagaimana Saya Mendapat 1000 Pengunjung Pertama Tanpa Iklan.” Tulisan seperti ini terasa lebih nyata dan punya nilai tambahan.
Ide sudah siap, sekarang tinggal menulis dengan gaya yang enak dibaca.
5. Tulis dengan Gaya yang Enak Dibaca
Tulisan guest post yang menarik itu ringan, jelas, dan mengalir. Hindari kalimat panjang. Gunakan paragraf pendek agar pembaca betah. Tambahkan subjudul supaya isi artikel mudah dipindai.
Tulislah dengan nada yang natural, bukan seperti brosur promosi. Tujuannya memberi manfaat, bukan menjual. Kalau pembaca merasa dapat ilmu baru, mereka akan penasaran dan mencari tahu siapa kamu.
Setelah artikelnya selesai, jangan lupa sertakan bagian penting yang sering diabaikan, yaitu bio penulis.
6. Sertakan Bio Singkat dan Link
Bio penulis adalah kesempatanmu memperkenalkan diri. Biasanya diletakkan di bagian bawah artikel. Gunakan satu atau dua kalimat yang menjelaskan siapa kamu dan apa yang kamu kerjakan. Tambahkan satu atau dua link penting saja, misalnya ke blog pribadimu atau akun profesional.
Jangan berlebihan memasukkan link. Terlalu banyak bisa membuat pemilik blog menolak artikelmu. Simpel dan to the point jauh lebih menarik.
Kalau semua sudah siap, waktunya mengirimkan tulisanmu dengan cara yang sopan.
7. Promosikan Setelah Publish
Bagikan artikelmu ke media sosial, grup komunitas, atau daftar emailmu. Ini bentuk penghargaan untuk blog yang sudah mempublikasikan tulisanmu. Selain itu, langkah ini juga memperluas jangkauan pembaca dan memperkuat citra profesionalmu.
Kalau kerja samanya berjalan lancar, bukan mustahil kamu akan diundang menulis lagi di blog tersebut.
8. Jangan Berhenti di Satu Blog
Satu artikel sukses bukan berarti selesai. Teruslah menulis di berbagai blog lain yang relevan. Setiap guest post adalah langkah kecil yang memperkuat reputasimu di dunia online. Semakin banyak blog yang memuat tulisanmu, semakin besar peluang dikenal sebagai penulis yang kredibel.
Dengan alur yang tepat dan gaya yang santai, guest post bisa jadi strategi paling efektif untuk memperluas pengaruh tanpa harus membayar iklan sepeser pun.
Cara Mencari Situs yang Menerima Guest Post
Banyak blog sebenarnya terbuka menerima tulisan tamu, hanya saja tidak selalu diumumkan secara jelas. Karena itu, kamu perlu sedikit usaha untuk menemukannya.
Berikut mencari situs web yang menyediakan guest post:
1. Gunakan Google dengan Kata Kunci Spesifik
Langkah pertama dan paling mudah adalah memanfaatkan Google. Tapi bukan dengan pencarian umum seperti “blog bagus untuk guest post.” Kamu perlu menggunakan kata kunci yang lebih tepat sasaran.
Misalnya, kamu mengetik:
guest post + teknologitulis untuk kami + parentingkirim artikel + keuangancontribute + travel blog
Google akan menampilkan halaman-halaman blog yang mencantumkan informasi penerimaan kontributor atau halaman panduan penulisan artikel tamu.
Ini cara tercepat karena blog-blog profesional biasanya punya halaman “Write for Us” untuk menjaring penulis dari luar.
Tips tambahan: gunakan tanda kutip (“ ”) agar hasil pencarian lebih akurat.
Contoh:
“tulis untuk kami” + “blog bisnis”
2. Cek Bagian Footer atau Menu Blog
Tidak semua blog muncul di hasil pencarian dengan kata kunci tadi, karena kadang mereka tidak mengoptimasi halaman “Write for Us”-nya.
Makanya, cara kedua adalah menjelajah langsung situs yang kamu incar.
Scroll ke bagian paling bawah (footer) atau lihat di menu atas. Biasanya kamu akan menemukan tautan kecil seperti:
- “Tulis untuk Kami”
- “Kontributor”
- “Jadi Penulis Tamu”
- “Contributor Guidelines”
- “Join as Guest Writer”
Jika ada halaman seperti itu, buka dan baca panduannya. Di situ biasanya dijelaskan syarat, panjang tulisan, tema yang diterima, dan alamat email pengiriman.
3. Gunakan Media Sosial dan Komunitas
Kalau lewat Google masih belum dapat hasil yang cocok, media sosial bisa jadi tambang emas.
Di Facebook, LinkedIn, dan X (Twitter), banyak blogger yang secara rutin membuka kesempatan guest post. Coba cari grup-grup seperti Blogger Indonesia, Digital Marketing Forum, atau Guest Blogging Opportunities.
Selain itu, kamu juga bisa memantau postingan para blogger besar. Kadang mereka menulis status seperti “Kami lagi cari penulis tamu untuk topik X.”
Selain media sosial, bergabunglah di komunitas blog di Discord, Telegram, atau forum seperti Reddit r/blogging. Biasanya ada thread khusus untuk kolaborasi antarblogger.
4. Perhatikan Blog dengan Banyak Penulis
Ciri lain blog yang menerima guest post adalah variatifnya nama penulis di setiap artikel. Kalau kamu sering melihat nama-nama yang berbeda di satu blog, besar kemungkinan blog itu membuka kontribusi dari luar.
Kamu bisa memeriksa kolom “By [nama penulis]” di setiap artikel. Kalau ternyata banyak nama berbeda, berarti mereka tidak hanya menulis sendiri.
Di situ kamu bisa langsung menghubungi mereka lewat halaman kontak dan menanyakan apakah menerima artikel dari penulis tamu.
Contoh pesan sopan yang bisa kamu kirim:
“Halo, saya suka dengan konten blog Anda, terutama artikel tentang [topik]. Saya ingin tahu apakah blog ini menerima kontribusi tulisan tamu. Jika iya, saya ingin mengajukan beberapa ide artikel yang relevan.”
5. Evaluasi Blog yang Kamu Temukan
Begitu kamu punya daftar blog potensial, jangan langsung kirim tulisan. Pastikan blog itu layak untuk kerja sama.
Perhatikan beberapa hal:
- Apakah blog itu aktif dan sering update?
- Apakah punya interaksi di kolom komentar atau media sosial?
- Apakah domainnya terlihat profesional dan punya reputasi baik (tidak spam)?
Kamu bisa cek kualitas blog dengan alat gratis seperti Ahrefs Free Backlink Checker atau Moz Link Explorer untuk melihat otoritas domain.
Kalau skor domain terlalu rendah atau situsnya dipenuhi iklan pop-up, lebih baik lewati saja. Fokuslah ke blog yang benar-benar punya pembaca nyata.