Cara Mendapatkan BLT Kesra 900 Ribu Bantuan Uang Gratis 2025

Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) adalah program pemerintah yang diberikan pada masyarakat kurang mampu.
Tujuannya membantu kebutuhan dasar selama tiga bulan terakhir tahun 2025. Setiap penerima mendapatkan Rp 900.000 secara tunai.
Program ini berbeda dari bantuan rutin, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
BLT Kesra bersifat sementara, tapi memiliki dampak signifikan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Dana ini bisa digunakan untuk membeli bahan pokok, membayar biaya sekolah, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Penerima Utama BLT Kesra
Berikut kriteria penerima BLT Kesra:
1. Keluarga dalam Desil 1–4
Program BLT Kesra menargetkan rumah tangga yang masuk kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
- Desil 1: sangat miskin
- Desil 2: miskin
- Desil 3: hampir miskin
- Desil 4: rentan miskin
Dengan pembagian ini, bantuan lebih tepat sasaran, diberikan pada keluarga yang membutuhkan secara ekonomi.
Misalnya, keluarga di desa yang pendapatan utamanya dari pertanian skala kecil atau buruh harian. Bantuan tunai Rp 900.000 dapat meringankan kebutuhan pangan, biaya sekolah, dan kebutuhan mendesak lainnya.
2. Terdaftar Sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
Agar menerima BLT Kesra, keluarga harus terdata secara resmi di DTSEN. Data ini mencakup KTP, KK, alamat domisili, dan status ekonomi. Validasi ini memastikan bantuan tidak salah sasaran.
Contohnya, keluarga yang tinggal di kota kecil dan memiliki data KTP/KK sesuai dengan DTKS akan lebih mudah dicairkan melalui bank Himbara.
3. Status Bantuan Tidak Ganda
BLT Kesra bisa diterima meskipun keluarga sudah menerima bantuan lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Namun, kriteria desil tetap menjadi syarat utama. Jika keluarga berada di luar desil 1–4, meskipun menerima bantuan lain, kemungkinan tidak layak mendapatkan BLT Kesra.
4. Data Identitas dan Domisili Harus Sesuai
NIK, KK, dan alamat harus sinkron dengan data resmi. Ketidaksesuaian dapat membuat keluarga gagal terdaftar meski ekonominya layak. Pemeriksaan data dilakukan secara ketat sebelum dana dicairkan.
BLT Kesra 2025 menjangkau sekitar 35 juta Keluarga Penerima Manfaat di seluruh Indonesia. Program ini mencakup:
- Penerima lama: keluarga yang sebelumnya menerima bantuan reguler.
- Penerima baru: keluarga yang baru masuk DTSEN dan memenuhi syarat desil 1–4.
Penyaluran BLT Kesra
Berikut cara penyaluran BLT Kesra di tahun 2025:
1. Melalui Bank Himbara
Penerima yang sudah memiliki rekening bank milik negara (Himbara) akan menerima dana secara langsung ke rekening. Bank Himbara mencakup:
- BRI
- BNI
- Bank Mandiri
- BTN atau Bank Syariah Indonesia
Dengan jalur ini, dana bisa langsung diambil melalui ATM atau teller bank. Contohnya, keluarga di kota kecil bisa menerima notifikasi saldo masuk melalui mobile banking, kemudian menggunakan dana untuk kebutuhan rumah tangga atau pendidikan anak.
2. Melalui PT Pos Indonesia
Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum memiliki rekening bank atau tinggal di wilayah terpencil, dana disalurkan melalui kantor pos. Proses ini biasanya melibatkan:
- Surat undangan dari petugas desa/kelurahan atau kantor pos
- Verifikasi data KTP dan KK
- Pencairan tunai langsung di kantor pos
Di beberapa daerah, petugas pos bahkan dapat mengantarkan dana ke rumah untuk lansia atau penyandang disabilitas agar tetap mendapatkan bantuan tepat waktu.
Jadwal dan Tahap Penyaluran
BLT Kesra 2025 dibagi dalam tiga tahap agar distribusi lebih tertata:
- Tahap pertama: lebih dari 15 juta KPM sudah menerima bantuan.
- Tahap kedua: sekitar 12 juta KPM menerima pada November–Desember 2025.
- Tahap ketiga: sisa 8 juta KPM dijadwalkan menerima setelahnya.
Setiap tahap disusun untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efisien dan tepat sasaran.
Hingga update terakhir, lebih dari 27 juta KPM telah menerima BLT Kesra. Pencairan melalui bank dan pos dilakukan secara paralel. Sistem dua jalur ini memastikan:
- Bantuan menjangkau kota dan pedesaan
- Distribusi lancar tanpa menumpuk penerima di satu lokasi
- Verifikasi data lebih akurat untuk mencegah kesalahan sasaran
Cara Mengecek Status Penerima BLT Kesra
Untuk mengetahui apakah Anda atau keluarga Anda termasuk penerima BLT Kesra 2025, ada dua metode resmi yang disediakan oleh Kementerian Sosial RI (Kemensos): lewat situs web resmi, dan lewat aplikasi resmi.
Hanya lewat saluran resmi ini Anda bisa mendapatkan info yang valid.
1. Lewat Situs Web Resmi
- Buka browser di HP atau komputer.
- Akses alamat: cekbansos.kemensos.go.id.
- Isi data wilayah domisili: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, sesuai data di KTP/KK.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP (atau sesuai data tercatat).
- Masukkan kode captcha sebagai pemeriksaan keamanan.
- Tekan tombol “Cari Data”.
- Sistem akan menampilkan hasil. Bila Anda tercatat sebagai penerima, akan muncul informasi bantuan (termasuk jenis BLT Kesra), serta status pencairan. Jika tidak, biasanya muncul keterangan seperti “Tidak Terdapat Peserta/PM” atau “tidak terdaftar”.
2. Lewat Aplikasi Resmi Cek Bansos
Alternatif pengecekan bisa lewat aplikasi resmi milik Kemensos, yang tersedia di toko aplikasi (Play Store / App Store).
Prosedurnya:
- Unduh dan pasang aplikasi Cek Bansos.
- Buka aplikasi lalu pilih menu “Cek Bansos”.
- Masukkan data domisili sesuai KTP/KK, nama lengkap.
- Verifikasi (jika diperlukan), lalu klik “Cari Data”.
- Hasil akan muncul secara instan: status penerima, jenis bantuan, dan apakah pencairan sudah dijadwalkan atau sudah disalurkan.
Metode lewat aplikasi kadang lebih praktis, terutama jika Anda memakai HP saja dan ingin mengecek kapan saja tanpa membuka browser.
Contoh Cara Pengecekan di Realita
Misalnya Anda tinggal di Bandung dan ingin mengecek apakah Anda termasuk penerima BLT Kesra 2025:
- Anda buka HP, lalu akses cekbansos.kemensos.go.id
- Isi data: Provinsi Jabar, Kabupaten Bandung (atau Kota Bandung jika domisili di kota), kecamatan, desa/kelurahan sesuai KK/KTP.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP, input kode captcha, lalu klik “Cari Data”.
- Jika muncul data: “BLT Kesra — Rp 900.000 — Status: Penerima” → berarti Anda berhak menerima bantuan dan bisa memantau jalur pencairan (bank atau pos).
- Jika tidak muncul: berarti sekarang Anda belum terdaftar sebagai penerima. Pantau lagi nanti, bisa saja data bisa diperbarui sebelum tahap penyaluran berikutnya.
Atau jika menggunakan aplikasi:
- Unduh “Cek Bansos”, lalu lakukan proses login atau registrasi jika diperlukan.
- Masukkan data domisili & nama, lalu cari.
- Info sama akan muncul: apakah Anda penerima atau tidak.
Proses ini biasanya memakan waktu kurang dari dua menit, cukup praktis dan bisa dilakukan dari rumah kapan saja.
Apa yang Terjadi Jika BLT Kesra 2025 Tidak Diambil?
Banyak penerima khawatir: “Apakah dana ini akan hangus jika tidak segera diambil?”. Inilah jawabannya.
1. Pencairan Melalui Bank Himbara
Penerima dengan rekening bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN/BSI) akan menerima dana langsung ke rekening mereka.
- Keamanan dana: Setelah transfer masuk, dana menjadi milik penerima.
- Risiko hangus: Sangat kecil, selama rekening tetap aktif dan tidak dibekukan.
Selalu cek saldo secara berkala, simpan bukti transfer, dan tarik dana sesuai kebutuhan.
2. Pencairan Melalui PT Pos Indonesia
Untuk KPM yang belum memiliki rekening bank atau tinggal di wilayah sulit dijangkau bank, pencairan dilakukan melalui pos.
- Risiko hangus: Lebih tinggi dibanding jalur bank. Banyak daerah menetapkan jadwal pengambilan. Jika penerima tidak datang dalam jangka waktu tertentu, dana bisa dianggap hangus.
Segera ambil bantuan begitu menerima notifikasi dari pos/desa, bawa KTP dan KK, simpan bukti pencairan.
Contoh: di beberapa kabupaten Jawa Barat, penerima yang tidak mengambil BLT Kesra dalam lima hari setelah pengumuman berisiko kehilangan dana, terutama bagi lansia atau warga di pedesaan terpencil.
Batas Waktu Pencairan
- Tanggal mulai pencairan: 20 Oktober 2025.
- Perkiraan akhir penyaluran: Akhir tahun 2025.
Catatan penting: Batas akhir ini berlaku untuk penyaluran secara massal oleh pemerintah, bukan secara individu. Namun bagi penerima pos, keterlambatan klaim bisa menyebabkan dana tidak cair.
Dan tidak ada ketentuan nasional resmi yang menyebutkan masa kadaluarsa tunggal untuk semua penerima. Ketentuan bisa berbeda di tiap daerah.
Tips
- Cek status penerima secara berkala melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi resmi Cek Bansos.
- Segera ambil bantuan setelah menerima notifikasi.
- Simpan dokumen atau bukti pengambilan sebagai referensi jika ada verifikasi.
- Jangan menunda pencairan terlalu lama, terutama jika melalui pos.
Selamat mencoba.
